Tampilkan postingan dengan label Curhatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhatan. Tampilkan semua postingan

2013/02/16

Yang Selalu Ada

Tulisan ini saya buat, karena;
1. Sedang sakit gigi dan PMS bulanan membuat pinggang dan perut melilit semalaman. Mengingat hal manis akan mengurangi rasa sakit.

2. Tidak bertujuan untuk romantis-romantisan. Karena pelaku utama, dua-dua-nya 'ndak suka romantis-romantisan. Sedikit romantis?mungkin.

3. Tulisan ini dibuat bukan untuk edisi Valentine. Lihat postingannya saja bukan di hari Valentine.

Sepanjang pengalaman saya menikah, suami saya memang agak 'jengah' dengan gaya romantis berlebihan yang menurutnya ukurannya 'lebay'. Tapi tidak menolak menggandeng tangan saya di muka umum, atau mencium kening saya di depan keluarga besarnya. 

Saya pun agak geli dengan sikap romantis berlebihan dari seorang lelaki. Walaupun saya penggemar cerita unyu-unyu, tetap saja bila hal itu terjadi dalam real-life, rasanya....ieyeuh!
Dikhayalkan boleh, dibuat terjadi boleh. Tapi, sedikit saja.

Nah...setiap tahun dunia sibuk dengan edisi Valentine dan banjir coklat. Apakah suami dan saya ikut sibuk dengan hadiah coklat? err...kami tidak mengakui hari Valentine. 

Walaupun suami saya pernah membawa-bawa seikat besar mawar merah ke restoran untuk diberikan kepada saya. Membuat saya kaget setengah mati, gugup setengah mati, bengong dan segala perasaan bodoh yang lainnya...tetap saja hal itu manis sekali :) Dan...saya berusaha menganggap hal ini masuk kategori 'hanya sedikit romantis'.

Kemudian setiap ada kesempatan walaupun bukan hari Valentine, Lingga selalu rajin membelikan obat kewarasan saya. Begini, saya menderita kebutuhan akut akan dua atau tiga jenis barang ini. Coklat merk Silverqueen yang tulisannya berwarna merah atau Beng Beng dan Minuman soda ber-merk Coca Cola. Bukan mau promosi, tapi kalau saya sedang 'angot' atau butuh kambing hitam maka saya akan menyerahkan diri pada kenikmatan coklat dan soda untuk membuat hormon bahagia saya muncul dan melimpah ruah. Ini membuat saya selalu terlihat senang, happy dan baik-baik saja. Lebih efektif daripada marah-marah. Dan jangan ditiru....

Jadi coklat dan valentine tidak berlaku buat kami. Karena kami selalu berusaha punya stok coklat. 

Oh iya coklat merk diatas tidak berlaku, bila hari Valentine datang.
Saya tidak pernah bertanya, kenapa bila hari perayaan Valentine datang (dan kami tidak merayakannya), Lingga selalu membeli coklat berbeda dari merk yang aku suka? pertanyaan bagus yang tidak pernah saya tanyakan. Mungkin saya harus menanyakannya suatu saat. Seperti gambar coklat di tulisan ini, karena bukan silverqueen berarti itu coklat edisi februari.

Jadi begitulah..intinya saya mau menceritakan bahwa saya dapat coklat spesial juga di akhir hari yang disebut Valentine (walaupun saya tidak merayakannya). Dan saya tidak keberatan bila tahun depan Lingga melakukannya lagi dan lagi. Dan...suami saya yang sepertinya kaku dan kurus itu ternyata sangat perhatian sama istrinya yang galak dan suka semena-mena ini. Dan...terimakasih atas segala perhatian, Cinta dan Kasih sayang selama ini, yang mungkin luput terucapkan langsung dari saya. Dan ... terimakasih karena sudah bersedia menjadi Karunia Terbesar di hidup saya.

PS: Saya harap tulisan ini masuk pada katagori 'hanya sedikit romantis'.



2013/01/22

Dokter Cilik

Bukan suatu rahasia lagi kalau di rumah, saya,  terang-terangan, bisa dikatakan men-dogma, mempengaruhi, memutuskan...atau apalah istilah lainnya, yang artinya secara halus menggambarkan 'pemaksaan' saya terhadap pilihan karir serta cita-cita anak saya kelak.

Bukan kalimat aneh lagi bila saya, secara terang-terangan (juga), akan otomatis meng-koreksi anak saya bila mereka berkata, " Bunda nanti kalau sudah besar, saya jadi pemadam kebakaran saja yaa?"
Lalu saya akan menjawab; " tentu saja...tapi nanti setelah jadi dokter ya?"
atau, ini;
Mahesa : Bun, kayaknya aku cocok jadi komikus
Bunda : Pasti , nak. Kamu kan suka gambar. Nanti jadi komikus-nya setelah jadi Dokter saja. Sambil nunggu pasien bisa coret-coret gambar.

Yap...seperti itu contoh-contohnya. Semua di awali dengan cita-cita anak, Bunda mendukung dan terakhir selalu men-doktrin.*sstt..ini formula rahasia

Suami ku selalu senyum-senyum kalau sudah mendengar pembicaraan Ibu-anak yang menjurus ke arah sana, dengan pesan; jangan maksa, Bun.

Entah kenapa dengan profesi jadi dokter itu. Selalu membuat saya kagum. Bukan karena saya tidak berhasil jadi dokter. Saya pasti tidak akan berbakat jadi dokter. Dengan segala macam bentuk ke'paranoid' an saya, lebih baik tidak. Kasihan nanti pasien saya..hahaha

Dengan tidak mengecilkan profesi lain, buat saya Dokter itu adalah peran profesi orang yang hebat sekali. Selain pintar, seorang dokter mampu menyembuhkan sakit penyakit. Well...seharusnya saya tulis sebagian besar penyakit, karena memang banyak jenis penyakit belum ditemukan obatnya. Tapi, karena alasan ini juga maka seorang dokter dituntut untuk terus menerus belajar dan mencari tahu soal ilmu pengobatan, agar umat manusia dapat bebas penyakit. Dan saya berharap, semoga salah satu penemuan obat di dunia medis ditemukan oleh anak-anak saya. WOW!

Nah..nah..pagi ini agak membahagiakan. Setelah setahun lalu, anak saya tertua terpilih menjadi perwakilan Dokter Cilik sekolah, hari ini anak kedua saya pun mengikuti jejak kakaknya untuk ikut menjadi perwakilan Dokter Cilik Sekolah. Dan hari ini Anak kedua saya harus mengikuti pelatihan jadi dokter, yang meliputi cara-cara penanganan luka ringan dan kondisi darurat ringan, mengenal berbagai jenis bakteri dan kuman-kuman penyakit dan pengenalan kondisi tubuh yang sakit. Dan dia amat sibuk mempersiapkan buku untuk catatan kecil, bekal makanan dan minuman karena harus pelatihan sampai sore juga alat-alat tulis yang diperlukan.

Saya sampai harus bertanya berkali-kali; Mas iyo apa nanti gak kecapekan? nanti kamu bosan, lebih baik gak usah. Tapi ternyata jawabannya mengagumkan; Yahh Bunda..aku mau ikut. Aku kan senang jadi Dokter. Gimana sih bunda?

Doktrin berhasil? *angguk-angguk sembari cengengesan...*



2013/01/04

Yellow

Look at the stars,
Look how they shine for you,
And everything you do,
Yeah they were all yellow,

I came along
I wrote a song for you
And all the things you do
And it was called yellow

So then I took my turn
Oh what a thing to have done
And it was all yellow

Your skin
Oh yeah your skin and bones
Turn into something beautiful
You know you know I love you so
You know I love you so

I swam across
I jumped across for you
Oh what a thing to do
Cause you were all yellow

I drew a line
I drew a line for you
Oh what a thing to do
And it was all yellow

Your skin
Oh yeah your skin and bones
Turn into something beautiful
You know for you I'd bleed myself dry
For you I'd bleed myself dry

It's true look how they shine for you
Look how they shine for you
Look how they shine for...
Look how they shine for you
Look how they shine for you
Look how they shine

Look at the stars look how they shine for you
And all the things that you do

Song by Coldplay

 My Note :

This note might be too late. This note should be posted at the beginning of the new years. This note may not be surprising at all as other people's notes comes earlier. Its four days late from the first day of the new year!

But, i was not inspired by anything, then. I felt empty.

its just this morning...

I listened to this song and have a strong eagerness to share this to all my friends and families. This is a very sweet song that remind me how glad I am to realize how much love I have from everyone. How wonderful it is to have a life like i have. How wonderful it is to be me. My self. Alhamdulillah...
 
Leaving the old year and now we are in the new year.

So grateful to know that we still have some chances given by Allah to make our life better than yesterday.

So grateful to know there are many things we can do along this year

So grateful to know that i can make a use of me to someone else, kids, husband, friends and families

Insya Allah...

Thank you for loving me as i am